PENGUMPULAN DATA PENELITIAN KUANTITATIF MELALUI WAWANCARA DAN OBSERVASI




M. ALI ALFIAN ( 210321868014)


PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Pengumpulan data merupakan bagian penting dari penelitian. Mengingat fakta bahwa identifikasi masalah atau fenomena sebagian besar bergantung pada sampel pengamatan yang cukup dan representatif untuk memberikan bukti tentang fenomena dari sudut yang berbeda. Bukti yang akan ditemukan sangat bergantung pada metodologi yang dipilih, dan metode yang digunakan juga sangat bergantung pada literatur atau kumpulan pengetahuan yang terkait dengan fenomena yang akan diselidiki, rumusan masalah, hipotesis penelitian, dan desain penelitian.

Pengumpulan data yang akurat dan sistematis merupakan prioritas untuk membangun penelitian ilmiah. Pengumpulan data memungkinkan peneliti untuk menggabungkan informasi yang dibutuhkan peneliti dari partisipan penelitian. Dilihat dari jenis penelitiannya, metode pengumpulan data meliputi survei, wawancara, telaah dokumen atau tinjauan pustaka dalam pengertian sekarang, observasi, tes atau penelitian, atau kombinasi dari beberapa metode pengumpulan data yang berbeda. Oleh karena itu, pengumpulan data merupakan topik penting yang harus dipahami oleh peneliti sebelum melakukan penelitian atau pergi ke lokasi.

Berdasarkan uraian diatas, maka makalah ini akan berfokus pada pembahasan mengenai pengumpulan data penelitian kuantitatif melalui wawancara dan observasi.

 

1.2       Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan, maka rumusan masalah yang diajukan pada makalah ini ialah:

1.         Apa yang dimaksud dengan pengumpulan data?

2.         Bagaimana teknik pengumpulan data melalui wawancara?

3.         Bagaiamana teknik pengumpulan data melalui observasi?

 

1.3       Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini ialah:

1.         Mengetahui konsep pengumpulan data.

2.         Mengetahui teknik pengumpulan data melalui wawancara.

3.         Mengetahui teknik pengumpulan data melalui obsevasi.

 


ISI DAN PEMBAHASAN


2.1       Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi spesifik untuk untuk selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dalam rangka menjelaskan suatu fenomena. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa metode pengumpulan data terdiri dari berbagai macam bentuk, di mana setiap metode tersebut membutuhkan instrumen sebagai alat bantu mengumpulkan data.

Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan terpenting dalam melakukan suatu penelitian. Meskipun seorang peneliti telah memiliki desain penelitian yang tepat, namun jika data yang dikumpulkan tidak sesuai dan justru tidak membantu untuk mencapai tujuan penelitian, maka hal yang demikian akan menjadi kendala, khususnya untuk melanjutkan penelitian. Dalam proses pengumpulan data sendiri, dibutuhkan perencanaan yang matang, seperti mengetahui jenis data yang dibutuhkan, sampel apa yang akan digunakan, hingga instrumen apa yang akan dijadikan sebagai alat bantu pengumpulan data (Kabir, 2016).

Instrumen merupakan alat bantu bagi peneliti dalam menggunakan metode atau pengumpulan data. Pemilihan satu jenis metode atau pengumpulan data kadang- kadang dapat memerlukan lebih dari satu jenis instrumen. Sebaliknya satu jenis instrumen dapat digunakan untuk berbagai macam metode. Arikunto (2013) menyatakan bahwa untuk metode wawancara (interview) membuthkan instrumen berupa interview guide dan checklist, sementara metode observasi (pengamatan) membutuhkan instrumen berupa observation sheet, observation guide, dan checklist. Adapun untuk metode kuesioner, dibutuhkan instrumen berupa angket, sementara untuk metode ujian atau tes dibutuhkan soal tes.

 

2.2       Pengumpulan Data Melalui Wawancara

Menurut Nazir (1988), wawancara adalah suatu metode tanya jawab dalam dialog pribadi yang disebut pedoman wawancara (interview guide) antara si penanya atau pewawancara dengan yang diwawancarai atau diwawancarai untuk mengumpulkan informasi untuk tujuan penelitian. Meskipun wawancara adalah proses percakapan tatap muka, wawancara adalah proses pengumpulan data untuk penelitian. Beberapa hal yang dapat membedakan wawancara dengan percakapan sehari-hari antara lain:

•           Pewawancara dan orang yang diwawancarai biasanya tidak mengetahui sebelumnya.

•           Responden selalu menjawab pertanyaan.

•           Pewawancara selalu bertanya.

•           Pewawancara tidak akan mengarahkan pertanyaan untuk dijawab, tetapi harus selalu netral.

•           Pertanyaan yang diajukan mengikuti pedoman yang dibuat sebelumnya.

•           Pertanyaan kunci ini disebut pedoman wawancara. Ketika peneliti ingin melakukan penelitian pendahuluan untuk menemukan masalah yang perlu diselidiki, peneliti menggunakan

 wawancara untuk mengumpulkan data. Selain itu, wawancara juga digunakan ketika peneliti ingin mempelajari sesuatu dari orang yang diwawancarai lebih mendalam dan jumlah orang yang diwawancarai sedikit.

 Untuk melakukan wawancara, asumsi harus atau harus dibuat, yaitu:

 1. Penguji atau orang yang diwawancarai adalah orang yang paling mengenalnya.

 2. Apa yang dikatakan subjek kepada peneliti adalah faktanya.

 3. Interpretasi subjek terhadap pertanyaan yang diajukan peneliti sama dengan maksud peneliti.

Secara garis besar jenis wawancara dibagi menjadi (1) wawancara terencana dan (2) wawancara insedental. Sebuah wawancara terjadwal dilakukan setelah untuk mendapatkan bahan informasi tentang masalah rencana sebelumnya. Untuk melakukan wawancara terencana, pewawancara harus terlebih dahulu membuat pedoman wawancara (interview guide) dan mengidentifikasi sumber atau informan yang relevan. Kontak yang dimaksud adalah pihak-pihak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang subjek rencana. Meskipun pewawancara tidak mungkin mempersiapkan hal-hal ini dalam wawancara acak, pertimbangkan bahwa objek atau peristiwa yang terjadi adalah acak atau tidak direncanakan. Namun, ini tidak berarti bahwa pewawancara tidak mengetahui metode atau aturan wawancara tertentu.

Untuk memperoleh hasil yang optimal, wawancara sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

•           Penentuan Informan

Sebelum melakukan wawancara, pastikan bahwa pelapor potensial Anda adalah seseorang yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang informasi yang Anda butuhkan. Dengan kata lain, informasi di suatu wilayah tertentu tentunya harus diperoleh dari sumber daya personel yang menguasai wilayah tersebut.

•           Pedoman Wawancara

Pedoman wawancara berupa daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya harus melengkapi wawancara yang direncanakan. Pedoman wawancara sangat berguna bagi pewawancara untuk menjaga arah atau topik wawancara (terutama untuk wawancara yang berisi pertanyaan terstruktur). Selain itu, pedoman wawancara yang dirumuskan sebelumnya memastikan integritas informasi. Sebaliknya, wawancara yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman wawancara dapat menimbulkan wawancara yang tidak terarah dan bahkan menyimpang dari subjek yang sebenarnya. Akibatnya, isi informasi yang disajikan menjadi kurang jelas dan informasi yang disajikan semakin tidak relevan

•           Alat Bantu

Untuk melakukan wawancara, pewawancara harus dilengkapi dengan catatan wawancara dan/atau tape recorder dan alat bantu lainnya. Selain itu, bahan informasi disiapkan dalam bentuk catatan dan rekaman, serta dikemas dalam bentuk penyajian informasi untuk dipublikasikan

2.3       Pengumpulan Data Melalui Observasi

Observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Nawawi dan Martini telah menunjukkan bahwa observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang tampak pada gejala atau gejala yang tampak pada subjek penelitian. Pengamatan ini dicatat dalam laporan yang dibangun sesuai dengan sistem aturan yang berlaku.

 Sedangkan menurut Profesor Heru, observasi adalah sejenis penelitian yang dilakukan secara sadar dan sistematis, bertujuan untuk tujuan tertentu, dengan mengamati dan mencatat fenomena yang terjadi pada sekelompok orang, dan mengacu pada syarat dan kaidah ilmiah. riset. Dalam karya tulis ilmiah, penjelasannya harus akurat, akurat, dan menyeluruh, serta tidak berpusat pada hati penulis.

 Pengamatan memiliki dua prioritas indera, yaitu telinga dan mata. Kedua indra harus sangat sehat. Saat mengamati, mata memiliki keunggulan dibandingkan telinga. Mata ini memiliki kelemahan yang membuatnya mudah lelah. Untuk mengatasi kelemahan biologis tersebut, perlu dilakukan hal-hal

•           Dengan menggunakan kesempatan yang lebih banyak untuk melihat data-data.

•           Dengan menggunakan orang lain untuk turut sebagai pengamat (observers).

•           Dengan mengambil data-data sejenis lebih banyak.

Usaha-usaha untuk mengatasi kelemahan yang bersifat psikologis, yaitu :

•           Dengan meningkatkan daya penyesuaian (adaptasi).

•           Dengan membiasakan diri.

•           Dengan rasa ingin tahu.

•           Dengan mengurangi prasangka.

•           Dengan memiliki proyeksi.

uji coba kuseioner, peserta kuesioner harus dipilih secara acak dari populasi penelitian. Observasi membutuhkan memori dari observasi sebelumnya. Karena manusia pelupa, mereka membutuhkan perangkat elektronik seperti daftar, kamera, dan video; mempekerjakan lebih banyak pengamat; memperhatikan data yang relevan; mengklasifikasikan gejala ke dalam kelompok yang sesuai; menambahkan bahan untuk persepsi objek yang diamati.

Jenis-jenis observasi adalah sebagai berikut:

 1. Jenis-jenis observasi partisipatif

Observasi partisipatif didefinisikan sebagai partisipasi langsung dan aktif pengamat dalam mengamati subjek. Situasi sebaliknya disebut partisipasi-non-pengamatan. Pada saat yang sama, pengamat yang berpura-pura hadir disebut pengamatan kuasi-partisipatif.

 2. Jenis-Jenis Observasi Sistem atau Observasi Frame

Pengertian observasi sistem adalah observasi dengan frame yang telah ditentukan sebelumnya. Kerangka tersebut memuat faktor-faktor yang perlu diperhatikan sesuai dengan kategorinya.

 3. Jenis-jenis pengamatan eksperimental

 Pengamatan eksperimental didefinisikan sebagai pengamatan yang dilakukan saat

 

PENUTUP

3.1       Simpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan sebagai berikut.

1.         Pengumpulan data adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi spesifik untuk untuk selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dalam rangka menjelaskan suatu fenomena .

2.         Wawancara adalah suatu metode tanya jawab dalam dialog pribadi yang disebut pedoman wawancara (interview guide) antara si penanya atau pewawancara dengan yang diwawancarai atau diwawancarai untuk mengumpulkan informasi untuk tujuan penelitian.

3.         Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang tampak pada gejala atau gejala yang tampak pada subjek penelitian. Pengamatan ini dicatat dalam laporan yang dibangun sesuai dengan sistem aturan yang berlaku.

3.2       Saran

Diharapkan agar penelitian khususnya dalam bidang pendidikan, dapat memperhatikan metode pengumpulan data yang sesuai dengan metode dan tujuan penelitian yang dicanangkan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abawi, K. 2017. Data Collection Methods (Questionnaire & Interview). Geneva Workshop.

Arikunto, Suharsimi. 2013. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Babbie, E.(2001). The practice of social research. 9th edition. Australia, Wardsworth.

Frey, L. R., Botan, C.H., & Kreps, G.L. (2000). Investigating communication: An introduction to research method. Boston, Allyn and Bacon.

McMillan, J.H dan Schumacher, S. 1989. Research in Education: A Conceptual Introduction. Glenview: IL. Scott, Foresman and Co.

Nazir. 1988. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Notula "Pengumpulan Data Penelitian Kuantitatif Melalui Tes, Kuesioner, Wawancara, dan Observasi"