PENGUMPULAN DATA PENELITIAN KUANTITATIF MELALUI TES DAN QUESIONER
FAUZIA DWI SASMITA (210321868017)
Pengumpulan
data merupakan faktor signifikan dalam sebuah penelitian. Mengingat bahwa
mengidentifikasi suatu isu atau fenomena sangat bergantung pada sampel
pengamatan yang memadai dan representatif sehingga dapat menghasilkan bukti
dari sudut pandang yang berbeda tentang fenomena tersebut. Bukti yang harus
ditemukan sangat bergantung pada metodologi yang dipilih, di mana metode yang
akan digunakan juga sangat bergantung pada literatur atau kumpulan pengetahuan
yang berhubungan dengan fenomena yang akan diteliti, rumusan masalah, hipotesis
penelitian, dan desain penelitian (Babbie, 2001; Frey, Botan, & Kreps,
2000).
Akurasi
dan sistematika pengumpulan data menjadi urgensi dalam membangun penelitian
ilmiah. Pengumpulan data memungkinkan peneliti untuk menggabungkan informasi
yang dibutuhkan peneliti dari partisipan penelitian (sumber data yang akan
diperoleh). Dengan mempertimbangkan jenis penelitian, adapun metode pengumpulan
data di antaranya meliputi survey, wawancara, ulasan dokumen (documents
review) atau dalam istilah saat ini dikenal dengan literatur review,
observasi, tes atau uji coba, ataupun dengan mengkombinasikan beberapa metode
pengumpulan data yang berbeda (Abawi, 2017). Oleh sebab itu, pengumpulan data
menjadi topik penting yang harus dipahami oleh peneliti sebelum melakukan
penelitian atau turun langsung ke lapangan.
Berdasarkan
uraian tersebut, maka makalah ini akan berfokus pada pembahasan mengenai pengumpulan
data penelitian kuantitatif melalui tes dan kuesioner.
Berdasarkan
latar belakang yang dipaparkan, maka rumusan masalah yang diajukan pada makalah
ini ialah:
1.
Apa yang
dimaksud dengan pengumpulan data?
2.
Bagaimana teknik
pengumpulan data melalui tes?
3.
Bagaiamana
teknik pengumpulan data melalui kuesioner?
Adapun tujuan dari
penulisan makalah ini ialah:
1.
Mengetahui
konsep pengumpulan data.
2.
Mengetahui
teknik pengumpulan data melalui tes.
3. Mengetahui teknik pengumpulan data melalui kuesioner.
2.1
Pengumpulan
Data
Pengumpulan
data adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi spesifik untuk untuk
selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dalam rangka menjelaskan suatu
fenomena. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa metode pengumpulan
data terdiri dari berbagai macam bentuk, di mana setiap metode tersebut
membutuhkan instrumen sebagai alat bantu mengumpulkan data.
Pengumpulan
data merupakan salah satu tahapan terpenting dalam melakukan suatu penelitian. Meskipun
seorang peneliti telah memiliki desain penelitian yang tepat, namun jika data
yang dikumpulkan tidak sesuai dan justru tidak membantu untuk mencapai tujuan
penelitian, maka hal yang demikian akan menjadi kendala, khususnya untuk
melanjutkan penelitian. Dalam proses
pengumpulan data sendiri, dibutuhkan perencanaan yang matang, seperti
mengetahui jenis data yang dibutuhkan, sampel apa yang akan digunakan, hingga
instrumen apa yang akan dijadikan sebagai alat bantu pengumpulan data (Kabir,
2016).
Instrumen merupakan alat bantu bagi peneliti dalam menggunakan metode atau pengumpulan data. Pemilihan satu jenis metode atau pengumpulan data kadang-kadang dapat memerlukan lebih dari satu jenis instrumen. Sebaliknya satu jenis instrumen dapat digunakan untuk berbagai macam metode. Arikunto (2013) menyatakan bahwa untuk metode wawancara (interview) membuthkan instrumen berupa interview guide dan checklist, sementara metode observasi (pengamatan) membutuhkan instrumen berupa observation sheet, observation guide, dan checklist. Adapun untuk metode kuesioner, dibutuhkan instrumen berupa angket, sementara untuk metode ujian atau tes dibutuhkan soal tes.
2.2
Pengumpulan Data Melalui Tes
Pengumpulan data melalui tes dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk
mengetahui atau mengukur keterampilan atau kemampuan seorang individu. Tes merupakan
seperangkat rangsangan (stimulus) yang dapat berupa instrumen yang diberikan
kepada seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat dijadikan
dasar penetapan skor angka. Tes umumnya digunakan pada penelitian kuanitiatif
untuk mengukur sikap, persepsi diri, bakat, dan kemampuan seseorang. Tes dapat
berupa tes lisan dan tes tertulis (esai, objektif benar salah, uraian, pilihan
ganda, dan lain sebagainya).
Umumnya sebuah tes dikembangkan dengan standar tertentu, meliputi
reliabilitas, validitas, dan norma suatu kelompok. Meskipun banyak tes yang
telah tersedia dan dapat langsung digunakan (contoh: standar untuk tes
intelegensi dan kepribadian, capain akademik, sikap, dan tes diagnostik), namun
tidak jarang peneliti perlu membuat tes yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan
penelitiannya.
Tes dapat berupa tes kognitif, yang biasanya berisi rangkaian pertanyaan
untuk mengukur kemampuan kognitif seorang individu dan menuntut individu
tersebut untuk menylesaikan tes tersebut (Mc. Millan & Schumacher, 1989).
Umumnya tes bertujuan untuk mengukur, baik kemampuan atau keterampilan, namun
ada kalanya tes juga digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik
inidividu. Dalam lingkup pendidikan, tes biasanya berupa tes hasil belajar (achievement
test) dan tes psikologi (psychological tests).
Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur capaian hasil belajar
individu, yang dalam hal ini berarti peserta didik. Tes hasil belajar sendiri
terdiri atas berbagai macam bentuk yang bergantung pada tujuannya, yakni berupa
tes diagnostik untuk mengukur kelemahan atau kemampuan peserta didik di mana
hasil yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan,
contohnya tes PISA. Ada pula tes formatif dan sumatif yang masing-masing
digunakan untuk mengukur penguasaan konsep dan pemahaman materi peserta didik
untuk rentang waktu yang relatif singkat (tes formatif) dan rentang waktu yang
cukup lama atau periode tertentu (tes sumatif).
Adapun tes psikologis digunakan untuk mengetahui kecakapan potensial atau
bakat (kecakapan bawaan atau capacity), kecakapan nyata atau kecakapan
yang dimilki saat ini (achievement) dan karaktersitik pribadi. Di
samping itu juga terdapat tes yang umumnya digunakan dalam dunia pendidikan,
seperti misalnya tes kepribadian unruk mengukur atau mendeskripsikan keadaan
seorang individy dengan menggunakan instrumen berbentuk skala (sikap, minat,
motivasi).
Berdasarkan urain tersebut, maka disimpulkan bahwa tes adalah seperangkat
rangsangan (stimulus) yang dapat berupa instrumen yang diberikan untuk mengukur
sikap, persepsi diri, bakat, dan kemampuan seseorang.
2.3
Pengumpulan Data Melalui Kuesioner
Kuesioner sejatinya merupakan instrumen penelitian
yang terdiri atas seperangkat atau beberapa pertanyaan maupun petunjuk yang
ditujukan kepada individu dalam rangka memperoleh dan mengumpulkan informasi
dari individu tersebut (Abawi, 2017). Kuesioner dipandang sebagai instrumen
pengumpulan data yang biasanya digunakan peneliti untuk memperoleh informasi
sikap, nilai, persepsi, kepribadian, dan perilaku seorang individu. Kuesioner
memungkinkan pengumpulan data secara subyektif dan obyektif secara dari
populasi penelitian agar diperoleh hasil yang signifikan secara statistik,
khususnya ketika sumber daya peneliti bersifat terbatas. Keabsahan data dan
informasi yang tertera dalam kuesioner bergantung pada kejujuran responden. Kuseioner
biasanya menggunakan daftar periksa dan
skala penilaian yang membantu menyederhanakan dan mengukur perilaku serta sikap
individu. Baik peneliti atau responden hanya memeriksa apakah setiap item dalam
daftar diamati, benar atau sebaliknya (Abawi, 2017). Abawi (2017) memaparkan
beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mendesain dan membuat kuesioner
ialah:
a.
Menentukan tujuan penelitian
Kuesioner harus memungkinkan peneliti untuk
mengumpulkan data secara lengkap dan akurat. Hal ini dimaksudkan agar data yang
telah diperoleh tersebut dapat dipercaya. Kuesioner yang dirancang dengan baik
harus memenuhi tujuan penelitian serta meminimalkan pertanyaan yang tidak
terjawab.
b.
Tentukan target responden dan metode untuk menghubungi mereka.
Peneliti harus mendefinisikan target dengan jelas
serta memahami secara menyeluruh studi populasi dari mana dia mengumpulkan data
dan informasi. Metode utama untuk menjangkau responden adalah dengan kontak pribadi
c.
Mendesain kuesioner
Sebelum menulis kuesioner, peneliti harus memutuskan
isi kuesioner. Setiap pertanyaan harus berkontribusi untuk menguji satu atau
lebih hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ditetapkan dalam desain
penelitian. Pertanyaan bisa berupa pertanyaan format terbuka yang tidak
memiliki kumpulan pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya aupun pertanyaan
format terutup yang biasanya berbentuk pilihan ganda. Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika
mendesain kuesioner ialah:
• Kejelasan (pertanyaan memiliki arti yang sama
untuk semua responden)
• Frase (kalimat pendek dan sederhana, hindari perrnyataan
negatif jika memungkinkan, tanyakan dengan tepat pertanyaan, sesuai dengan
tingkat pengetahuan responden)
• Pertanyaan sensitif: hindari pertanyaan yang
mungkin memalukan bagi responden.
• Pertanyaan hipotetis harus dihindari jika memungkinkan.
d.
Menguji coba kuesioner
Uji coba kuesioner dimaksudkan sebagai pra-tes
kuesioner, sehingga peneliti dapat mengetahui kendala atau kekurangan pada
kuesioner yang telah dibuatnya sehingga masalah tersebut dapat diantisipasi
lebih awal. Selama uji coba kuseioner, peserta kuesioner harus dipilih secara
acak dari populasi penelitian.
Berdasarkan
pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Pengumpulan
data adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi spesifik untuk untuk
selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dalam rangka menjelaskan suatu
fenomena .
2. Tes
merupakan seperangkat rangsangan (stimulus) yang dapat berupa instrumen yang
diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat
dijadikan dasar penetapan skor angka untuk mengetahui atau mengukur
keterampilan atau kemampuan seorang individu.
3. Kuesioner merupakan instrumen penelitian yang
terdiri atas seperangkat atau beberapa pertanyaan maupun petunjuk yang
ditujukan kepada individu dalam rangka memperoleh dan mengumpulkan informasi
untuk memperoleh informasi sikap, nilai, persepsi, kepribadian, dan perilaku
seorang individu.
Diharapkan agar penelitian khususnya dalam bidang
pendidikan, dapat memperhatikan metode pengumpulan data yang sesuai dengan
metode dan tujuan penelitian yang dicanangkan.
DAFTAR
PUSTAKA
Abawi, K.
2017. Data Collection Methods (Questionnaire & Interview). Geneva Workshop.
Arikunto,
Suharsimi. 2013. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Babbie, E.(2001). The
practice of social research. 9th edition. Australia, Wardsworth.
Frey, L. R., Botan,
C.H., & Kreps, G.L. (2000). Investigating communication: An introduction
to research method. Boston, Allyn and Bacon.
McMillan,
J.H dan Schumacher, S. 1989. Research in Education: A Conceptual Introduction.
Glenview: IL. Scott, Foresman and Co.

Komentar
Posting Komentar